AI dan Kapitalisme: Tantangan Systemic Ekonomi dari Otomatisasi dan Disrupsi Teknologi
Main Article Content
Abstract
Kecerdasan Buatan (AI) dan otomatisasi muncul sebagai kekuatan disrupsi paling signifikan dalam paradigma kapitalisme kontemporer, menjanjikan peningkatan produktivitas sekaligus menghadirkan tantangan sistemik yang mendalam terhadap stabilitas ekonomi dan sosial. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis tantangan-tantangan tersebut, dengan fokus pada dampak otomatisasi, konsentrasi kekuatan pasar, dan meningkatnya kesenjangan ekonomi. Dengan menggunakan metode tinjauan literatur sistematis, artikel ini secara unik menafsirkan ulang korpus penelitian yang ada (35 artikel relevan) mengenai dinamika Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) sebagai studi kasus mikro untuk memahami dampak makro dari disrupsi AI. Hasil analisis tematik mengidentifikasi tiga tantangan utama. Pertama, terciptanya kesenjangan intelijen pasar yang ekstrem, di mana perusahaan berbasis AI memiliki kemampuan analisis data yang superior, sementara pelaku ekonomi tradisional tertinggal. Kedua, disrupsi pasar tenaga kerja akibat otomatisasi yang menuntut pergeseran keterampilan fundamental. Ketiga, urgensi intervensi kebijakan baru untuk memitigasi eksternalitas negatif, seperti meningkatnya ketidaksetaraan dan erosi basis pajak. Diskusi dalam artikel ini berargumen bahwa model dukungan pemerintah dan strategi kolaboratif yang sebelumnya diterapkan untuk UMKM dapat menjadi cetak biru awal untuk merancang kebijakan di era AI, seperti program pelatihan ulang masif dan regulasi untuk memastikan persaingan yang adil. Kesimpulannya, transisi menuju ekonomi yang didorong oleh AI menuntut kontrak sosial baru dan peran pemerintah yang lebih proaktif untuk memastikan bahwa keuntungan dari revolusi teknologi ini didistribusikan secara adil dan tidak merusak fondasi stabilitas sistem kapitalis itu sendiri.